Beranda  /  Blog  /  Kelapa Sawit

Pemupukan TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) Kelapa Sawit

Redaksi Ferti Track 08 Sep 2024 2 menit baca Kelapa Sawit 14.249 views

Industri kelapa sawit Indonesia adalah salah satu pilar ekonomi nasional dengan kontribusi signifikan terhadap PDB. Untuk menjaga produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) tetap tinggi, pemupukan yang tepat menjadi kunci utama.

Penggunaan pupuk slow-release (lepas lambat) menjadi tren di perkebunan modern. Pupuk ini melepaskan hara secara bertahap selama beberapa bulan, sehingga frekuensi aplikasi bisa dikurangi tanpa mengorbankan ketersediaan hara.

Pelatihan rutin untuk mandor dan tenaga pemupukan sangat penting. Mandor adalah ujung tombak yang menentukan apakah pupuk diaplikasikan sesuai SOP atau tidak. Pelatihan praktis di lapangan lebih efektif daripada hanya teori di kelas.

Penaburan pupuk dilakukan pada area piringan (alas pohon) dengan radius sesuai umur tanaman. Tanaman muda umumnya cukup radius 50 cm dari pangkal batang, sementara tanaman dewasa bisa mencapai radius 2 meter.

Aplikasi pemupukan harus didokumentasikan dengan baik — kapan dilakukan, oleh siapa, dosis berapa, dan di blok mana. Tanpa dokumentasi yang baik, sulit melakukan evaluasi efektivitas pemupukan di kemudian hari.

Penggunaan teknologi pemupukan presisi seperti aplikasi Ferti Track memungkinkan manajemen pemupukan yang lebih akurat. Setiap aktivitas pemupukan dapat dipantau secara real-time melalui aplikasi mobile berbasis GPS.

Penyimpanan pupuk yang baik di gudang sangat penting. Pupuk yang lembab atau menggumpal akan kehilangan efektivitasnya. Gudang harus kering, berventilasi, dan terlindung dari paparan langsung sinar matahari.

Praktik perkebunan terbaik selalu berkembang seiring kemajuan teknologi dan penelitian. Para pelaku perkebunan yang adaptif akan memetik manfaat dari adopsi praktik dan teknologi terbaru.

Bagikan:

Mau pemupukan kebun Anda lebih efektif?

Gunakan aplikasi monitoring pemupukan Ferti Track dengan harga terjangkau.

Chat WhatsApp