Beranda  /  Blog  /  Kelapa Sawit

Dampak Defisiensi Kalium (K) pada Pertumbuhan Kelapa Sawit

Tim Agronomi Ferti Track 04 May 2024 2 menit baca Kelapa Sawit 3.883 views

Kelapa sawit termasuk tanaman yang rakus hara, terutama Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), dan Magnesium (Mg). Pemberian pupuk yang tepat akan tercermin pada produksi TBS, rendemen minyak, dan kesehatan tanaman.

Audit pemupukan harus dilakukan minimal dua kali setahun. Audit ini bisa mencakup pengecekan stok, dokumentasi aplikasi, dan verifikasi visual di lapangan. Hasil audit menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan SOP.

Pemupukan presisi memungkinkan dosis disesuaikan dengan kondisi spesifik tiap blok lahan. Lahan yang subur tidak perlu dipupuk sebanyak lahan yang miskin hara. Pendekatan ini menghemat biaya dan ramah lingkungan.

Penyimpanan pupuk yang baik di gudang sangat penting. Pupuk yang lembab atau menggumpal akan kehilangan efektivitasnya. Gudang harus kering, berventilasi, dan terlindung dari paparan langsung sinar matahari.

Penaburan pupuk dilakukan pada area piringan (alas pohon) dengan radius sesuai umur tanaman. Tanaman muda umumnya cukup radius 50 cm dari pangkal batang, sementara tanaman dewasa bisa mencapai radius 2 meter.

Berkonsultasilah dengan ahli agronomi dan pertimbangkan untuk mengadopsi aplikasi monitoring pemupukan seperti Ferti Track agar pemupukan kebun Anda lebih terukur, terdokumentasi, dan efisien.

Bagikan:

Mau pemupukan kebun Anda lebih efektif?

Gunakan aplikasi monitoring pemupukan Ferti Track dengan harga terjangkau.

Chat WhatsApp