Industri kelapa sawit Indonesia adalah salah satu pilar ekonomi nasional dengan kontribusi signifikan terhadap PDB. Untuk menjaga produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) tetap tinggi, pemupukan yang tepat menjadi kunci utama.
Pemupukan organik tidak hanya memberi hara, tapi juga meningkatkan aktivitas mikroba tanah yang krusial untuk kesehatan jangka panjang lahan perkebunan.
Kombinasi pupuk anorganik dan organik (kompos, janjang kosong sawit, atau pupuk kandang) memberi hasil terbaik dalam jangka panjang. Pupuk organik membantu memperbaiki struktur tanah, sementara pupuk anorganik memberi hara cepat tersedia.
Selain unsur hara makro (N, P, K), unsur mikro juga penting. Boron, Magnesium, dan Mangan sering menjadi faktor pembatas yang sering diabaikan. Defisiensi unsur mikro dapat menyebabkan gejala spesifik pada daun yang perlu dikenali sejak dini.
Banyak perkebunan kini menerapkan pemupukan berbasis blok — setiap blok dianalisis kondisi tanahnya, kemudian dosis pupuk disesuaikan untuk masing-masing blok.
Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan saat tanah dalam kondisi lembab — tidak terlalu kering yang menyebabkan pupuk tidak terserap, dan tidak terlalu basah yang menyebabkan pupuk mudah tercuci. Waktu yang ideal adalah pagi atau sore hari.
Pelatihan rutin untuk mandor dan tenaga pemupukan sangat penting. Mandor adalah ujung tombak yang menentukan apakah pupuk diaplikasikan sesuai SOP atau tidak. Pelatihan praktis di lapangan lebih efektif daripada hanya teori di kelas.
Dengan praktik pemupukan yang benar dan dukungan teknologi monitoring, produktivitas perkebunan dapat ditingkatkan secara signifikan. Tim Ferti Track siap membantu manajemen pemupukan kebun Anda agar lebih efisien dan terpantau.