Hama dan penyakit tanaman adalah ancaman serius bagi produktivitas perkebunan. Identifikasi dini dan tindakan tepat dapat menyelamatkan jutaan rupiah potensi kerugian.
Banyak perkebunan kini menerapkan pemupukan berbasis blok — setiap blok dianalisis kondisi tanahnya, kemudian dosis pupuk disesuaikan untuk masing-masing blok.
Penggunaan trap (perangkap) seperti light trap untuk ngengat dapat mengurangi populasi hama tanpa pestisida.
Pengamatan rutin lapangan oleh tim agronomi sangat penting untuk deteksi dini hama dan penyakit. Frekuensi minimal 1x per minggu.
Rotasi tanaman dan tanaman penutup tanah (cover crop) dapat membantu memutus siklus hama tanah.
Selain unsur hara makro (N, P, K), unsur mikro juga penting. Boron, Magnesium, dan Mangan sering menjadi faktor pembatas yang sering diabaikan. Defisiensi unsur mikro dapat menyebabkan gejala spesifik pada daun yang perlu dikenali sejak dini.
Pestisida hanya digunakan saat populasi hama sudah mencapai ambang ekonomi. Penggunaan preventif sering kali tidak efektif dan boros.
Adopsi teknologi dan praktik terbaik di perkebunan adalah investasi jangka panjang yang menghasilkan ROI signifikan. Mulailah dari langkah kecil dan tingkatkan secara bertahap.